Yusuf Mansur Ajak Umat Islam Kembangkan Ekonomi Berbasis Masjid
Ust. kenamaan yang populer disapa Yusuf Mansur mengajak umat Islam untuk
mengembangkan ekonomi berbasis masjid. Menurutnya, masjid harus dapat
dijadikan titik balik kebangkitan umat Islam.
“Umat harus bangkit, saya mengajak diri saya dan bapak Ibu semua untuk berperan aktif berkiprah di bidang ekonomi. Sekarang lihat pasar kita, masjid itu adalah pasar yang besar yang mampu mengembangkan perekonomian umat Islam“, ujarnya saat menjadi salah satu narasumber Sosialisasi 9 Seruan Menteri Agama tentang Ceramah di Rumah Ibadah yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam, di Jakarta, (9/11).
Dikatakan Yusuf, bahwa masjid memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi umat. Dia lantas menyinggung potensi masjid yang sampai saat ini kurang dimanfaatkan hal hal produktif.
“Masjid itu harus dipakai untuk hal hal yang produktif, potensi kita besar, kita belum sadar“, jelanya.
Lebih lanjut Yusuf Mansur mengatakan, untuk bisa menjadi bangsa besar kita harus bisa bersanding menjadi pesaing global. Alumni UIN Syarif Hidayatullah ini pun lantas menceritakan peluang usaha yang saat ini digelutinya, menurutnya umat bisa bangkit bersama asal ada kesadaran dan tidak banyak mengeluh.
“Bangsa Indonesia harus percaya diri dan bangkit, sudah ada bukti, saat ini ada 100 persen perusahaan asli Indonesia, tidak ada investor dan modal dari negara luar, jangan jadi bangsa yang mengeluh, kita punya produk muslim, produk Indonesia“, tegasnya.
Diakhir acara ustad yang terkenal dengan panggilan YM ini memberi semangat kepada para pengelola masjid agar mampu berfikir produktif dan berkomitmen mensejahtrakan umat.
Ditempat yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam, Khoirudin mengingatkan kepada para pengelola masjid, bahwa saat ini dunia sedang masuk pada era milenial, khatib harus paham. ”Kita saat ini sedang hidup pada era yang berbeda, kalau orang sekarang menyebutnya era milenial, di mana anak muda bisa dengan cepat mengakses informasi, kalau khutbah kita materinya usang maka tidak akan di dengarkan”, ungka Kahoirudin.
Ditambahkan Khoirudin, bahwa seorang khatib harus membawa tema tema khutbah yang aktual dan relevan serta menghindari politik praktis. ”Sekali lagi tema khutbah kita harus aktual dan relevan dengan zaman, dan jangan sekali kali masuk kepada politik praktis, insya Allah kita telah menyampaikan Islam yang rahmat bagi seluruh alam”, pungkasnya.
Sebagai informasi, Menteri Agama menyeru agar materi ceramah di rumah ibadah tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa. Selain seruan bernuansa kebangsaan, Menteri Agama juga menyeru agar materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan dan atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktik ibadah antar atau dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis dan destruktif.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, diikuti oleh para pengelola masjid di Kantor Pemerintahan seperti Masjid Kementerian, Lembaga Tinggi Negara dan BUMN. Selain itu ada juga pengelola masjid pusat perbelanjaan seperti masjid Tanah Abang, Thamrin City serta masjid masjid di terminal. Hadir beberapa narasumber dari internal Kementerian Agama, Ulama dan Akademisi.
sumber berita: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/yusuf-mansur-ajak-umat-islam-kembangkan-ekonomi-berbasis-masjid
“Umat harus bangkit, saya mengajak diri saya dan bapak Ibu semua untuk berperan aktif berkiprah di bidang ekonomi. Sekarang lihat pasar kita, masjid itu adalah pasar yang besar yang mampu mengembangkan perekonomian umat Islam“, ujarnya saat menjadi salah satu narasumber Sosialisasi 9 Seruan Menteri Agama tentang Ceramah di Rumah Ibadah yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam, di Jakarta, (9/11).
Dikatakan Yusuf, bahwa masjid memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi umat. Dia lantas menyinggung potensi masjid yang sampai saat ini kurang dimanfaatkan hal hal produktif.
“Masjid itu harus dipakai untuk hal hal yang produktif, potensi kita besar, kita belum sadar“, jelanya.
Lebih lanjut Yusuf Mansur mengatakan, untuk bisa menjadi bangsa besar kita harus bisa bersanding menjadi pesaing global. Alumni UIN Syarif Hidayatullah ini pun lantas menceritakan peluang usaha yang saat ini digelutinya, menurutnya umat bisa bangkit bersama asal ada kesadaran dan tidak banyak mengeluh.
“Bangsa Indonesia harus percaya diri dan bangkit, sudah ada bukti, saat ini ada 100 persen perusahaan asli Indonesia, tidak ada investor dan modal dari negara luar, jangan jadi bangsa yang mengeluh, kita punya produk muslim, produk Indonesia“, tegasnya.
Diakhir acara ustad yang terkenal dengan panggilan YM ini memberi semangat kepada para pengelola masjid agar mampu berfikir produktif dan berkomitmen mensejahtrakan umat.
Ditempat yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam, Khoirudin mengingatkan kepada para pengelola masjid, bahwa saat ini dunia sedang masuk pada era milenial, khatib harus paham. ”Kita saat ini sedang hidup pada era yang berbeda, kalau orang sekarang menyebutnya era milenial, di mana anak muda bisa dengan cepat mengakses informasi, kalau khutbah kita materinya usang maka tidak akan di dengarkan”, ungka Kahoirudin.
Ditambahkan Khoirudin, bahwa seorang khatib harus membawa tema tema khutbah yang aktual dan relevan serta menghindari politik praktis. ”Sekali lagi tema khutbah kita harus aktual dan relevan dengan zaman, dan jangan sekali kali masuk kepada politik praktis, insya Allah kita telah menyampaikan Islam yang rahmat bagi seluruh alam”, pungkasnya.
Sebagai informasi, Menteri Agama menyeru agar materi ceramah di rumah ibadah tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa. Selain seruan bernuansa kebangsaan, Menteri Agama juga menyeru agar materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan dan atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktik ibadah antar atau dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis dan destruktif.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, diikuti oleh para pengelola masjid di Kantor Pemerintahan seperti Masjid Kementerian, Lembaga Tinggi Negara dan BUMN. Selain itu ada juga pengelola masjid pusat perbelanjaan seperti masjid Tanah Abang, Thamrin City serta masjid masjid di terminal. Hadir beberapa narasumber dari internal Kementerian Agama, Ulama dan Akademisi.
sumber berita: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/yusuf-mansur-ajak-umat-islam-kembangkan-ekonomi-berbasis-masjid
0 Response to "Yusuf Mansur Ajak Umat Islam Kembangkan Ekonomi Berbasis Masjid"
Post a Comment