Puasa Membentuk Karakter Manusia Dermawan
Bulan
ramadhan 1444 H. sudah memasuki hari ke 15. Umat Islam menjalankan
ibadah puasa hakekatnya membentuk pribadi menjadi orang yang bertaqwa
sebagaimana pesan Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 183.
Hakekat
taqwa dalam menjalankan puasa bagi orang yang beriman sesungguhnya
terlihat pada sikap pemurah atau dermawan.
Sedekah dan kedermawanan
seseorang sejatinya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, kapan saja
dimana saja dan bisa dikakukan kepada siapa saja terutama yang
membutuhkan.
Tetapi
sedekah di bulan suci ramadhan menjadi lebih utama. Rasulullah yang
dikenal sangat dermawan demikian pula para sahabat digambarkan sebagai
manusia yang lebih dermawan pada bulan ramadhan.
Puasa melatih umat Islam untuk menjadi manusia yang mampu berempati, merasakan penderitaan kaum dhuafa yang memerlukan bantuan.
Puasa
diharapkan melahirkan sikap saling tolong menolong dan bekerjasama
secara tulus dan ikhlas. Orang kaya berbagi dengan saudaranya yang fakir
dan miskin.
Orang berilmu seharusnya berbagi pengetahuan dengan orang
lain dan mereka yang diberi amanah kekuasaan sepantasnya mensejahterakan
rakyatnya.
Puasa diharapkan menumbuhkan semangat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kaum dhuafa.
Kepedulian
pengurus masjid, musallah, majelis ta'lim kepada kaum duafa tidak
menunggu ahir ramadhan sebagaimana lazim dilakukan berpuluh tahun tapi
justru kebutuhan kaum duafa dari infaq dan sadaqah adalah hari hari yang
mereka lalui dalam menjalankan ibadah puasa. Hari hari itulah mereka
butuh bantuan.
Mampukah
pengurus masjid, musallah, dan majelis ta'lim mengubah paradigma
berpikir sehingga menyalurkan bantuan infaq dan sadaqah kepada fakir
miskin dan duafa selama ibada puasa berlangsung.
Kalau
penyaluran bantuan kepada fakir miskin dan kaum duafa diakhir ramadhan
tentu sudah biasa. Yang luar biasa bila infaq dan sadaqah yang diterima
oleh pengurus masjid, musallah dan majelis ta'lim dibulan puasa bisa
disalurkan langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Boleh
jadi dengan berani melakukannya rahmat Allah akan turun. Karena
matematika Allah sangat berbeda dengan matematika manusia.
Wallahu wa' lam bissawab

0 Response to "Puasa Membentuk Karakter Manusia Dermawan"
Post a Comment