Puasa Membentuk Karakter Manusia Dermawan

Oleh : Aswan Bayan

Bulan ramadhan 1444 H. sudah memasuki hari ke 15. Umat Islam menjalankan ibadah puasa hakekatnya membentuk pribadi menjadi orang yang bertaqwa sebagaimana pesan Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 183.

Hakekat taqwa dalam menjalankan puasa bagi orang yang beriman sesungguhnya terlihat pada sikap  pemurah atau dermawan. 
 
Sedekah dan kedermawanan seseorang sejatinya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, kapan saja dimana saja dan bisa dikakukan kepada siapa saja terutama yang membutuhkan.

Tetapi sedekah di bulan suci ramadhan menjadi lebih utama. Rasulullah yang dikenal sangat dermawan demikian pula para sahabat digambarkan sebagai manusia yang lebih dermawan pada bulan ramadhan.

Puasa melatih umat Islam untuk menjadi manusia yang mampu berempati, merasakan penderitaan kaum dhuafa yang memerlukan bantuan.

Puasa diharapkan melahirkan sikap saling tolong menolong dan bekerjasama secara tulus dan ikhlas. Orang kaya berbagi dengan saudaranya yang fakir dan miskin. 
 
Orang berilmu seharusnya berbagi pengetahuan dengan orang lain dan mereka yang diberi amanah kekuasaan sepantasnya mensejahterakan rakyatnya.

Puasa diharapkan menumbuhkan semangat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kaum dhuafa.  

Kepedulian pengurus masjid, musallah, majelis ta'lim kepada kaum duafa tidak menunggu ahir ramadhan sebagaimana lazim dilakukan berpuluh tahun tapi justru kebutuhan kaum duafa dari infaq dan sadaqah adalah hari hari yang mereka lalui dalam menjalankan ibadah puasa. Hari hari itulah mereka butuh bantuan.

Mampukah pengurus masjid, musallah, dan majelis ta'lim mengubah paradigma berpikir sehingga menyalurkan bantuan infaq dan sadaqah kepada fakir miskin dan duafa selama ibada puasa berlangsung. 

Kalau penyaluran bantuan kepada fakir miskin dan kaum duafa diakhir ramadhan tentu sudah biasa. Yang luar biasa bila infaq dan sadaqah yang diterima oleh pengurus masjid, musallah dan majelis ta'lim dibulan puasa bisa disalurkan langsung kepada mereka yang membutuhkan. 
 
Boleh jadi dengan berani melakukannya rahmat Allah akan turun. Karena matematika Allah sangat berbeda dengan matematika manusia. 

Wallahu wa' lam bissawab

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puasa Membentuk Karakter Manusia Dermawan"

Post a Comment